ANGGARAN pembangunan jalan untuk wilayah Kecamatan Morotai Jaya Pulau Morotai pada tahun 2026, dipastikan belum dapat digunakan untuk pekerjaan fisik baru. Dana sebesar Rp6 miliar yang dialokasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai justru harus terserap untuk melunasi hutang proyek jalan yang belum dibayarkan pada tahun-tahun sebelumnya, sabtu (7/3/2026).
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, hutang tersebut berkaitan dengan sejumlah pekerjaan peningkatan dan pembangunan jalan dalam desa yang telah dikerjakan pada tahun 2024. Namun hingga kini, pembayaran terhadap pekerjaan tersebut belum diselesaikan oleh pemerintah daerah pada masa Penjabat (Pj) Bupati saat itu.
Beberapa proyek yang dimaksud di antaranya pekerjaan jalan dalam desa di Desa Podimor, Desa Padange, Desa Bere-Bere Kecil, serta Desa Titigogoli di Kecamatan Morotai Jaya. Proyek-proyek tersebut diketahui telah dilaksanakan pada tahun 2024, namun pembayarannya belum direalisasikan sehingga menjadi beban anggaran pada tahun berikutnya.
Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Darmin Wairo, yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil II) Morotai Jaya, ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggaran yang awalnya disiapkan untuk memperbaiki kondisi jalan di Morotai Jaya pada tahun ini dialihkan untuk menutupi kewajiban pembayaran hutang bawaan.
“Anggaran tahun ini sebenarnya disiapkan untuk pembangunan jalan di Morotai Jaya sekitar Rp6 miliar. Tapi anggaran itu dipakai untuk membayar hutang pekerjaan jalan dalam desa yang sebelumnya sudah dikerjakan, namun belum dibayar oleh pemerintah,” ujar Darmin melalui pesan WhatsApp, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat rencana pembangunan jalan baru di wilayah Morotai Jaya untuk sementara waktu belum dapat direalisasikan. Padahal, kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut masih cukup mendesak.
Darmin berharap, pada perubahan anggaran tahun 2026 nanti pemerintah daerah dapat kembali mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan jalan di Morotai Jaya agar kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang layak dapat segera terpenuhi.
“Pekerjaan jalan itu dilakukan pada masa penjabat bupati. Mudah-mudahan di perubahan anggaran nanti bisa didorong lagi supaya ada pembangunan jalan baru di Morotai Jaya,” tambahnya.
Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Pasalnya, masih banyak ruas jalan di Kecamatan Morotai Jaya yang hingga kini membutuhkan penanganan serius.
Sementara itu Kadis PUPR, Fahmi Usman, ketika dikonfirmasi melalui whatsapp 0813-5674***** belum merespon.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






