WARGA asal 7 Desa di Kecamatan Patani Kabupaten Halmahera Tengah, merasa kesal atas sebuah kapal ekspor yang menabrak rumpon milik nelayan, pada Selasa (21/7/2026) sekira pukul 8.00 WIT.
Sejumlah nelayan yang pergi melaut untuk mencari ikan di areal rumpon tak bisa berbuat apa-apa lantaran kapal ukuran besar bernama LS CAAS melewati perairan Patani langsung menabrak rumpon milik Rusli Kilonohon yang jaraknya 6 mil dari pesisir pantai.
“Peristiwa seperti bukan baru pertama kali, tapi sudah berulang kali dan yang menjadi korban adalah nelayan,”kata Yanto salah satu nelayan kepada media ini Selasa (21/21/2026).
Sebelumnya itu, sejumlah kapal yang selalu melewati perairan Patani juga menambrak rumpon milik nelayan, bahkan kapal-kapal pengangkut nikel milik perusahaan sejumlah perusahaan ternama itu sudah diberikan peringatan untuk menjauh saat berlayar.
Namun, peringatan tersebut, tak pernah dihiraukan awak kapal sehingga warga yang kesal dan pernah melakukan pengancaman di atas kapal.”Kalau rumpon rusak maka mempengaruhi tangkapan nelayan, karena rumpon itu tempat berkumpul ikan. Padahal sebelumnya sudah diberikan peringatan agar kapal menjauh dari rumpon,”kata dia dengan nada kesal.
Hal senada disampaikan Adi, salah satu nelayan. Ia merasa kesal karena tentu dengan kejadian itu sangat mempengaruhi pendapatan dia sebagai seorang yang berprofesi sebagai pelaut.” Kami meminta kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak yang memiliki hubungan langsung dengan perusahaan kapal tersebut, agar turut memperhatikan kepentingan nelayan, jangan main tabrak saja,”kata dengan dengan nada kesal.
Menurut mereka perairan Patani mulai mulai dari bibir pantai sampai ke laut jaraknya 6 mil terdapat sejumlah rumpon milik nelayan sehingga setiap kapal yang melewati Patani semestinya lebih jauh dari sehingga tidak menganggu aset para nelayan tersebut.”Kami berharap perusahaan kapal harus bertanggungjawab atas kerusakan akibat kelalaian mereka. Ini sangat merugikan kami,”pungkasnya.(Red)






