PEMANDANGAN memprihatinkan tersaji di kawasan wisata Army Dock, salah satu destinasi pantai yang kerap dikunjungi wisatawan di Pulau Morotai. Pantai yang seharusnya menjadi ruang publik untuk menikmati keindahan alam kini justru dipenuhi tumpukan sampah plastik, styrofoam, botol bekas, hingga limbah rumah tangga yang berserakan di sepanjang garis pantai.
Pantauan di lokasi pada sabtu, (06/12/2025), menunjukkan sampah menumpuk tepat di area pasir yang menjadi akses utama pengunjung. Ironisnya, kondisi ini terjadi tidak jauh dari gazebo dan perahu wisata yang masih aktif digunakan. Sampah tampak dibiarkan tanpa penanganan, seolah menjadi bagian dari lanskap wisata yang normal.
Salah satu pengunjung, Naria S ketika diwawancarai “Setiap kali ke sini, sampahnya selalu ada. Bahkan semakin banyak berserakan di sekitar pantai, Tidak pernah dibersihkan secara serius,” Ujarnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait komitmen Pemerintah Daerah dan pengelola wisata dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan destinasi unggulan Morotai. Army Dock selama ini digadang-gadang sebagai ikon wisata bahari, namun fakta di lapangan justru menunjukkan minimnya pengelolaan lingkungan.
Selain mencemari pemandangan, tumpukan sampah juga berpotensi merusak ekosistem pantai dan laut. Limbah plastik dan styrofoam diketahui sulit terurai dan dapat mencemari perairan, mengancam biota laut serta kesehatan manusia.
Aktivis Mahasiswa Teknik Lingkungan, Hayun Nurdin, menilai persoalan ini bukan sekadar soal perilaku pengunjung, tetapi juga kegagalan sistemik. “Jika tidak tersedia tempat sampah memadai, pengangkutan rutin, dan pengawasan, maka sampah akan terus menumpuk. Ini bentuk pembiaran,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat langkah konkret berupa aksi bersih pantai rutin, papan imbauan, maupun petugas khusus kebersihan di kawasan tersebut. Publik pun mendesak agar pemerintah daerah tidak hanya menjual jargon pariwisata, tetapi juga bertanggung jawab menjaga wajah destinasi dari ancaman pencemaran.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, Army Dock bukan lagi dikenang sebagai destinasi wisata kebanggaan, melainkan contoh kegagalan pengelolaan wisata dan lingkungan di Pulau Morotai.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






